Teknik Dasar Olahraga Badminton Wajib Tahu
Bermain badminton bukan cuma soal pukul shuttlecock ke seberang net saja, tapi harus tahu teknik dasar permainan agar Anda bisa memenangkan pertandingan. Bila tidak tahu teknik dasar olahraga badminton, maka Anda hanya akan asal-asalan dalam bermain, tidak bisa menikmati permainan, dan rentan cedera.
Jadi, Rosring akan memberikan informasi lengkap terkait teknik dasar olahraga badminton yang wajib Anda kuasai. Bukan hanya atlet profesional saja, tapi juga pemain amatiran.
Mengapa Penguasaan Teknik Dasar Sangat Penting dalam Permainan Badminton?
Memahami teknik dasar olahraga badminton sangat penting, karena menjadi “fondasi utama” bagi pemain agar dapat bermain dengan baik dan efektif.
Alasannya karena dapat meningkatkan kontrol dan akurasi pukulan, mencegah cedera, mendukung strategi maupun kerja sama tim, hingga membuat permainan lebih efisien.
Jadi, pemahaman ini bukan sekadar “modal awal” dalam bermain saja. Tapi, juga menjadi “strategi penting” dalam mendukung permainan.
Teknik Dasar Olahraga Badminton
1. Teknik Servis
- Servis atas: pukul shuttlecock dengan posisi raket di atas bahu atau kepala (kok cenderung melaju horizontal).
- Servis bawah: pukul shuttlecock dengan posisi raket di bawah bahu atau dada (kok cenderung melambung).
2. Pukulan Shuttlecock
- Forehand shots: pukulan dengan telapak tangan menghadap shuttlecock.
- Backhand shots: pukulan dilakukan dengan punggung tangan menghadap shuttlecock.
3. Teknik Smash
- Forehand smash: memukul shuttlecock secara kuat dari atas kepala.
- Backhand smash: gunakan teknik genggaman backhand grip, lalu lepaskan dengan pukulan yang kuat.
- Jumping smash: pukul kok dengan kuat dari atas kepala dan disertai lompatan.
4. Pegangan Raket (Grip)
- American grip: genggam tangkai raket, posisikan ibu jari dan telunjuk supaya menempel dan membentuk huruf “O”.
- Backhand grip: posisikan ibu jari di belakang tangkai raket dan tekan dengan kuat seolah-olah ibu jari yang menyongkong raket.
- Forehand grip: posisikan jari telunjuk, tengah, dan manis di belakang tangkai untuk menyongkong raket.
- Combination grip: posisikan jari telunjuk ke arah ujung raket, ibu jari menyongkong tangkai, serta jari lainnya berada di bawah tangkai raket.
5. Gerakan Kaki
- Pastikan untuk mengingat titik pertama kali Anda berdiri.
- Lakukan 2-3 langkah untuk maju atau mundur.
- Bila ke kanan dan ke kiri, gerak sebanyak 1 langkah saja.
6. Posisi Tubuh
- Posisi menyerang: lebarkan kuda-kuda saat menggerakkan tubuh ke area serang atau garis-garis lapangan. Lalu, angkat kedua lengan untuk menyiapkan kekuatan.
- Posisi bertahan: arahkan tubuh menghadap net dan posisikan raket di depan pinggang atau perut.
- Posisi melawan netting: gerakkan tubuh ke area dekat net dan posisikan raket di depan tubuh. Kemudian, majukan tubuh sedikit agar lebih mudah melompat ke depan.
7. Dropshot
- Pukul shuttlecock ke arah tengah atau depan lawan secara cepat.
- Lakukan dropshot agar lawan bergerak ke area depan, sehingga Anda bisa menyerang ke area tengah maupun belakang.
8. Drive
- Pukul shuttlecock secara cepat dan mendatar.
- Dilakukan untuk memojokkan lawan agar tetap berada di posisi bertahan, sehingga Anda bisa terus menyerang dan mendapatkan poin.
9. Lob Shot
- Dilakukan untuk memaksa lawan bergerak mundur ke area belakang.
- Pukulannya membentuk lintasan seperti huruf “U” terbalik.
- Bertujuan agar pemain bisa kembali ke posisi strategis awal dan mulai mengatur ritme permainan.
10. Netting
- Dekatkan tubuh ke area net dan pantulkan shuttlecock di atas net.
- Tujuannya agar shuttlecock jatuh di dekat area net lawan dan memaksa mereka bergerak cepat ke depan.
11. Overhead
- Teknik pukulan sama seperti smash, tapi dengan kekuatan atau daya pukulan lebih ringan.
- Dilakukan ketika posisi jatuhnya shuttlecock berada di belakang tubuh sendiri.
Pelanggaran dalam Permainan Bulu Tangkis
- Pelanggaran kontak akibat kok bersentuhan langsung dengan benda atau orang selain raket.
- Terjadinya pukulan ganda atau memukul shuttlecock sebanyak dua kali berturut-turut.
- Servis tidak dilakukan di bawah pinggang atau dengan gerakan ke atas.
- Saat servis, shuttlecock tidak dipukul ke arah berlawanan.
- Pemain tidak boleh bergerak sebelum lawan melakukan servis.
- Bagian tubuh atau raket pemain tidak boleh menyentuh net.
Cara Menghindari Cedera Saat Bermain Badminton
1. Lakukan Pemanasan dengan Benar
Panaskan seluruh tubuh, terutama pergelangan tangan, bahu, lutut, dan pergelangan kaki. Pemanasan membantu otot lebih siap bergerak sehingga mencegah cedera.
2. Gunakan Perlengkapan yang Tepat
Pastikan Anda memakai sepatu khusus badminton yang tidak licin dan mampu menyerap benturan. Pilih raket dengan berat dan ukuran grip sesuai standar.
3. Terapkan Teknik Dasar yang Sesuai
Pelajari dan terapkan teknik dasar olahraga badminton yang tepat, mulai dari teknik servis, posisi tubuh, teknik smash, gerakan kaki, hingga pukulan shuttlecock.
4. Lakukan Pendinginan Setelah Bermain
Pendinginan dan peregangan membantu otot kembali rileks, sehingga mengurangi rasa pegal serta meminimalisir risiko cedera.
Bangun Lapangan Badminton Berkualitas Tinggi Bersama Royal Sport Flooring!
Pemahaman terhadap teknik dasar olahraga badminton memang penting Anda kuasai sebagai pemain. Namun, bila Anda juga sebagai pemilik bisnis sewa lapangan, wajib memastikan lapangan berkualitas agar pemain bisa menerapkan teknik dengan baik.
Solusinya adalah memasang karpet badminton dari Rosring. Karpet ini dirancang sesuai standar resmi, anti-slip, daya cengkeram kuat, dan membantu mencegah risiko cedera. Rosring juga membebaskan Anda menentukan ukuran, desain, motif, dan pola sesuai kebutuhan bisnis.
Bila Anda tertarik, mari hubungi kami untuk mulai konsultasinya sekarang!
Posting Komentar